aku percaya...
Tuhan mampu melihat, memeluk dan mencintai hambanya...
meskipun hidup nggak selalu seperti apa yang diinginkan,
namun, itulah perjalanan seseorang...
jatuh, sakit, berdiri, melangkah lagi berulang2 selalu terjadi...
yang bisa dilakukan hanya bersabar, berusaha, berdoa dan tawakal, lagi lagi dan lagi.
sekarang,
apa yang akan kau lakukan ... ?
hanya melihat, atau hanya mendengar, atau kah hanya menunggu?
sampai kapan dan apakah akan terus bungkam berdiam diri?
itu pihanmu dan aku pun memilih ...
Rabu, 27 November 2013
Minggu, 07 Juli 2013
hihahuhohe
Mungkin kamu harus belajar untuk membuka diri. Sampai kapan
kamu terus begini? Datang, memberi harapan, lalu pergi begitu saja. Kamu
seharusnya sadar dan mengerti, bukan hanya kamu yang mengalami sebuah/beberapa
kejadian yang membuatmu trauma. Disana, dia, mereka, semuanya memiliki rasa
trauma dalam hidupnya. Tidak pernah ada kata salah, untuk mencoba melawan rasa
trauma tersebut. Tidak ada pihak yang harus disalahkan atau menyalahkan, semua
berawal dari dirimu sendiri. Bukan orang lain atau orang yang sedang mendekatimu.
Sekeras apapun orang yang mendekatimu untuk membujuk hatimu, tapi jika dalam
dirimu masih enggan pergi dari bayang-bayang traumamu, semua akan sia-sia. Di
matamu, semuanya sama saja, hanya berujung luka dan luka. Padahal, jika kau
tahu, Tuhan selalu menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan. Disaat ada
luka, disitu lah tersimpan suka. Namun sayang, mungkin saat ini dirimu masih
berselimut traumamu yang tak pernah kau coba untuk melawannya, malah
memanjakannya.
Engkau, disana….ada orang yang dengan gigih melawan rasa
traumanya hanya demi engkau seorang. Namun perasaannya hancur saat kau
menganggapnya akan menorehkan luka lagi, saat dimana kau masih takut untuk
membuka hatimu, saat dimana kau masih membiarkan traumamu bersemayam dalam
dirimu. Wahai engkau, cobalah untuk membuka mata hatimu, sikapmu yang dingin
telah menyakiti segelintir orang yang mencoba menawarkan warna-warna indah
dalam harimu. Hey, engkau…tak bisakah sejenak resapi dan perlahan berusaha
untuk melawan rasa traumamu? Butuh waktu berapa lama lagi untuk itu, kalau
bukan imulai dari sekarang?
Bersyukurlah, karna kau masih dikelilingi orang-orang yang
menyayangimu tanpa henti (jauh di lubuk hatinya yang terdalam), ketika mereka
pergi, mungkin saat itulah kau akan merasakan kehancuran yang mereka alami,
bahkan lebih…
Senin, 01 Juli 2013
apa nih?
kadang bingung, apa itu hidup..
hidup kompleks banget, seringnya hidup penuh sama tekateki
yang ngga bisa kita pecahkan…
kenyataan yang ngga sesuai sama apa yg kita mau…
itu
udah jadi rahasia Ilahi :)
tapi, kalo kita dihadapkan sama orang-orang yang kurang
peduli/udah peduli sama kita, tapi kitanya datar-datar aja, apa itu yang namanya
puncak kejenuhan sampe-sampe kita mati rasa? trus, apa yg harus kita lakukan klo
udah gtu?
Sabtu, 01 Juni 2013
"Mei kusut" by. anonim
Aku bukan yang kau bayangkan…
Kau berfikir aku mampu, lalu kau rampas sebagian dariku…
padahal disini pun aku terhimpit
Perlu perjuangan ekstra untuk mendapatkan sesuatu hal
meskipun hanya sepele…
Kau merasa aku akan baik, namun disini setiap waktu aku
menangis
Dadaku bergetar, aku ingin marah
aku lebih kecewa dengan sikapmu
Namun, aku menahan demi kebaikanmu…
Bukan harga, namun nilai pengorbanan yang aku rasakan
Jika kau manusia yang masih punya hati,
aku ingin meminta
sedikit belasmu
untuk mengembalikan apa-apa yang bukan milikmu…
Minggu, 21 April 2013
Selasa, 16 April 2013
toleransi ajaaa
Mungkin di dunia yang semakin ajaib ini makin jarang nemuin
orang yang punya jiwa toleransi tinggi. Seperti aku. Aku adalah salah satu
oknum yang masih jauh dari jiwa toleransi tinggi. Sering kali (atau bahkan
selalu), orang2 lebih mendominasi rasa ke-egois-annya, ketimbang toleransinya.
Egois, menurutku itu suatu hal yang penting, tapi dalam
waktu2 tertentu dan dalam porsi yang wajar. Bukan malah menjadikan sesuatu yang
harus sesegera mungkin untuk dikerjakan. Tapi seringnya, egois selalu berujung
kesimpulan yang negative, ngga menguntungkan dan malah ngebuat gondok diri
sendiri. Bener nggak sih?? Tapi, emang seringnya gitu sih…hahaha. Mungkin perlu
adanya suatu penelitian tentang ini…. Hmmm.
Kalo masalah toleransi. Menurutku itu jauh lebih penting dan
patut buat diterapkan dalam hidup. Sebagai umat manusia yang hidup bebarengan
dalam satu bola dunia yg disebut BUMI. Seharusnya kita sadar, bahwa hidup itu
ngga pernah berdiri sendiri. Pasti ada orang di sekitar kita, disamping kita,
di belakang kita, di depan kita, bahkan di atas atau di bawah kita. Hahaha. Pertanyaannya,
sanggup ngga kita hidup berdampingan dengan manusia2 lain?? Gimana caranya biar
ngga terjadi konflik/kontra diantara keduanya?? Emang susah menyatukan rasa, Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, untuk
saling melengkapi satu sama lain. Bukan untuk saling mempermasalahkan perbedaan
tersebut.
Menurutku, adanya sikap dan sifat toleransi akan
menghasilkan suatu perbedaan menjadi keindahan. (bahasaku berat, nih… :D )
Whateverlah, aku Cuma pengen manusia di bumi ini, khususnya temen2
seperjuanganku, bisa untuk saling toleransi. Apapun itu, sikap, sifat,
kebiasaan, baik buruk temen kita. :)
positive thinking yaaa...
positive thinking yaaa...
Senin, 15 April 2013
Langganan:
Postingan (Atom)