Mungkin kamu harus belajar untuk membuka diri. Sampai kapan
kamu terus begini? Datang, memberi harapan, lalu pergi begitu saja. Kamu
seharusnya sadar dan mengerti, bukan hanya kamu yang mengalami sebuah/beberapa
kejadian yang membuatmu trauma. Disana, dia, mereka, semuanya memiliki rasa
trauma dalam hidupnya. Tidak pernah ada kata salah, untuk mencoba melawan rasa
trauma tersebut. Tidak ada pihak yang harus disalahkan atau menyalahkan, semua
berawal dari dirimu sendiri. Bukan orang lain atau orang yang sedang mendekatimu.
Sekeras apapun orang yang mendekatimu untuk membujuk hatimu, tapi jika dalam
dirimu masih enggan pergi dari bayang-bayang traumamu, semua akan sia-sia. Di
matamu, semuanya sama saja, hanya berujung luka dan luka. Padahal, jika kau
tahu, Tuhan selalu menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan. Disaat ada
luka, disitu lah tersimpan suka. Namun sayang, mungkin saat ini dirimu masih
berselimut traumamu yang tak pernah kau coba untuk melawannya, malah
memanjakannya.
Engkau, disana….ada orang yang dengan gigih melawan rasa
traumanya hanya demi engkau seorang. Namun perasaannya hancur saat kau
menganggapnya akan menorehkan luka lagi, saat dimana kau masih takut untuk
membuka hatimu, saat dimana kau masih membiarkan traumamu bersemayam dalam
dirimu. Wahai engkau, cobalah untuk membuka mata hatimu, sikapmu yang dingin
telah menyakiti segelintir orang yang mencoba menawarkan warna-warna indah
dalam harimu. Hey, engkau…tak bisakah sejenak resapi dan perlahan berusaha
untuk melawan rasa traumamu? Butuh waktu berapa lama lagi untuk itu, kalau
bukan imulai dari sekarang?
Bersyukurlah, karna kau masih dikelilingi orang-orang yang
menyayangimu tanpa henti (jauh di lubuk hatinya yang terdalam), ketika mereka
pergi, mungkin saat itulah kau akan merasakan kehancuran yang mereka alami,
bahkan lebih…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar