Minggu, 07 Juli 2013

hihahuhohe


Mungkin kamu harus belajar untuk membuka diri. Sampai kapan kamu terus begini? Datang, memberi harapan, lalu pergi begitu saja. Kamu seharusnya sadar dan mengerti, bukan hanya kamu yang mengalami sebuah/beberapa kejadian yang membuatmu trauma. Disana, dia, mereka, semuanya memiliki rasa trauma dalam hidupnya. Tidak pernah ada kata salah, untuk mencoba melawan rasa trauma tersebut. Tidak ada pihak yang harus disalahkan atau menyalahkan, semua berawal dari dirimu sendiri. Bukan orang lain atau orang yang sedang mendekatimu. Sekeras apapun orang yang mendekatimu untuk membujuk hatimu, tapi jika dalam dirimu masih enggan pergi dari bayang-bayang traumamu, semua akan sia-sia. Di matamu, semuanya sama saja, hanya berujung luka dan luka. Padahal, jika kau tahu, Tuhan selalu menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan. Disaat ada luka, disitu lah tersimpan suka. Namun sayang, mungkin saat ini dirimu masih berselimut traumamu yang tak pernah kau coba untuk melawannya, malah memanjakannya.
Engkau, disana….ada orang yang dengan gigih melawan rasa traumanya hanya demi engkau seorang. Namun perasaannya hancur saat kau menganggapnya akan menorehkan luka lagi, saat dimana kau masih takut untuk membuka hatimu, saat dimana kau masih membiarkan traumamu bersemayam dalam dirimu. Wahai engkau, cobalah untuk membuka mata hatimu, sikapmu yang dingin telah menyakiti segelintir orang yang mencoba menawarkan warna-warna indah dalam harimu. Hey, engkau…tak bisakah sejenak resapi dan perlahan berusaha untuk melawan rasa traumamu? Butuh waktu berapa lama lagi untuk itu, kalau bukan imulai dari sekarang?
Bersyukurlah, karna kau masih dikelilingi orang-orang yang menyayangimu tanpa henti (jauh di lubuk hatinya yang terdalam), ketika mereka pergi, mungkin saat itulah kau akan merasakan kehancuran yang mereka alami, bahkan lebih…


Senin, 01 Juli 2013

apa nih?



kadang bingung, apa itu hidup..
hidup kompleks banget, seringnya hidup penuh sama tekateki yang ngga bisa kita pecahkan…
kenyataan yang ngga sesuai sama apa yg kita mau…
itu udah jadi rahasia Ilahi :)
tapi, kalo kita dihadapkan sama orang-orang yang kurang peduli/udah peduli sama kita, tapi kitanya datar-datar aja, apa itu yang namanya puncak kejenuhan sampe-sampe kita mati rasa? trus, apa yg harus kita lakukan klo udah gtu?